VariationalVAR
Variational memastikan token $VAR meluncur kuartal IV 2026 dengan 32% suplai untuk pemegang poin Omni; poin mingguan masih berjalan dan tanggal snapshot belum dipublikasikan.
- Arbitrum
Setiap garapan di sini kami tautkan ke pengumuman resmi proyeknya, kami beri nilai usaha dan risiko, lalu kami cap dengan tanggal terakhir dicek. Kalau snapshot, jumlah hadiah, atau deadline belum diumumkan, kami tulis apa adanya, bukan menebak.
58 Kampanye yang baru dicek ulang, paling baru di atas.
19 Garapan yang paling sering dicari pembaca.
19 Token belum dikonfirmasi, tapi sinyalnya kuat.
37 Hadiah untuk aktivitas yang mungkin sudah kamu lakukan.
14 Keamanan, cara garap, pajak, dan wallet.
Solana, Cosmos, TON, dan sebelas jaringan lain.
Widget ini mengambil kurs langsung dari API publik di browser kamu, dalam rupiah. Kalau sumbernya tidak bisa dihubungi, widget menghilang, bukan menampilkan angka yang mungkin sudah basi.
Harga dimuat di browser kamu dari API publik dan hanya ditampilkan saat masih baru. Bukan kuotasi, bukan saran.
Variational memastikan token $VAR meluncur kuartal IV 2026 dengan 32% suplai untuk pemegang poin Omni; poin mingguan masih berjalan dan tanggal snapshot belum dipublikasikan.
Base menyatakan sedang menjajaki token jaringan, tetapi belum membagikan rencana, jadwal, atau detail airdrop di halaman resmi yang kami periksa.
Axis Robotics memberi Poin untuk tugas simulasi robot di browser; dokumentasinya mencadangkan 10% suplai $AXIS untuk airdrop kontributor dalam dua season.
Klaim airdrop PROS dibuka 28 April di claim.pharos.xyz; laporan pihak ketiga menyebut tenggatnya 25 Oktober, jadi segera cek portalnya sekarang.
Extended, perp DEX yang settlement-nya di Starknet, menjalankan program poin mingguan dengan batas 600.000 poin per minggu; token dan rasio konversinya belum dikonfirmasi.
Quip Network menjalankan kampanye Quip Points yang poinnya dikonversi ke $QUIP saat TGE berdasarkan posisi leaderboard; program komunitas mendapat 10% suplai awal.
Geser untuk melihat garapan lain →
Ada yang bisa dikerjakan atau diklaim sekarang, dan itu dikonfirmasi di postingan, dokumen, atau aplikasi resmi.
Token belum dikonfirmasi. Kami mencantumkannya karena sinyalnya kredibel, dan kami tandai apa yang masih kosong.
Kelayakan sudah dibekukan. Apa pun yang kamu lakukan sekarang tidak mengubah alokasi; klaim mungkin masih menunggu.
Klaim ditutup atau pembagian sudah tuntas. Tetap kami simpan sebagai contoh bagaimana kriterianya bekerja.
| Kriteria | Yang kami cek | Kalau tidak ada |
|---|---|---|
| Sumber resmi | Pengumuman di situs, dokumentasi, atau akun terverifikasi milik proyek | Tidak kami cantumkan |
| Snapshot | Tanggal atau nomor blok yang dipublikasikan | Ditulis "Belum diumumkan resmi" |
| Total hadiah | Alokasi atau jumlah yang disebut di pengumuman resmi | Ditulis "Belum diumumkan resmi" |
| Usaha | Waktu, modal, dan aktivitas wallet yang realistis dibutuhkan | Dinilai editor, metodenya di How we verify (bahasa Inggris) |
| Risiko | Status audit, kunci admin, domain klaim, laporan peniruan | Ditandai di teks kartu |
Di grup Telegram, kata "airdrop" sering terdengar seperti tiket lotre: garap sebanyak mungkin, tunggu, lalu berharap ada yang cair. Kenyataannya lebih sederhana dan sekaligus lebih rumit. Airdrop adalah cara sebuah proyek mengirim token ke banyak wallet sekaligus. Tim membuat token, menentukan siapa yang berhak, lalu membuka halaman klaim atau langsung mengirim tokennya. Istilahnya diambil dari gambaran bantuan yang dijatuhkan dari pesawat: penerima tidak membeli apa pun, tetapi ada pihak yang memilih di mana paketnya mendarat. Pilihan itulah bagian yang paling menarik, karena dari situ kelihatan apa yang dihargai proyek, dan di situ pula sebagian besar risiko dan salah paham berada.
Pertanyaan yang paling sering masuk ke kami juga sederhana: airdrop ini beneran gratis, kan? Jawaban jujurnya, airdrop adalah peluang gratis yang datang dengan biaya. Tokennya biasanya tidak kamu bayar, tetapi untuk sampai ke sana bisa butuh berminggu-minggu transaksi, gas fee, dana yang dikunci, dan risiko keamanan setiap kali wallet kamu terhubung ke aplikasi yang belum kamu kenal. Sebagian airdrop membayar usaha itu dengan sangat layak. Banyak yang tidak, dan sebagian lagi tidak pernah diumumkan sama sekali. Tugas kami adalah menunjukkan gambaran lengkapnya sebelum kamu mengeluarkan satu rupiah pun.
Pencarian "airdrop crypto gratis tanpa modal" sangat populer di Indonesia, dan wajar: banyak orang ingin mencoba dunia crypto tanpa harus menaruh uang. Tapi mari kita uraikan apa yang sebenarnya kamu keluarkan. Pertama, waktu. Garapan harian di aplikasi, quest sosial, atau tugas testnet bisa memakan setengah jam sampai beberapa jam per hari, dan waktu itu punya nilai. Kedua, gas fee. Hampir setiap aksi on-chain, termasuk klaim, butuh sedikit token jaringan untuk membayar biaya transaksi. Di jaringan yang ramai, biaya ini bisa lebih besar dari perkiraan pemula. Ketiga, risiko. Setiap tanda tangan di wallet adalah izin, dan izin yang salah bisa menguras isi wallet lewat drainer.
Jadi "tanpa modal" yang realistis berarti tanpa menyetor dana besar, bukan tanpa biaya sama sekali. Ada garapan yang memang hanya butuh waktu, misalnya testnet yang memberi token uji coba gratis. Ada juga yang terlihat gratis tetapi diam-diam meminta kamu membeli NFT, membayar "biaya aktivasi", atau menyetor dana ke sebuah "platform investasi". Yang terakhir itu bukan airdrop, melainkan pola penipuan klasik yang hanya meminjam kata airdrop supaya terdengar meyakinkan.
Alasan bisnisnya cukup konsisten. Sebuah jaringan butuh pengguna yang juga ikut memiliki, supaya hak suara tata kelola tidak menumpuk di tim dan investornya saja. Sebuah protokol ingin likuiditas dan aktivitas sejak hari pertama, bukan peluncuran yang sepi. Sebuah wallet atau aplikasi ingin menghargai orang yang sudah mencobanya saat produknya masih kasar. Dan kadang alasannya murni pemasaran. Tidak satu pun motif ini bersifat amal, dan itu tidak masalah. Memahami motifnya membantu kamu menebak siapa yang akan diberi hadiah dan dengan cara apa.
Itu juga sebabnya "airdrop" dan "kampanye promosi" sering tumpang tindih. Giveaway yang memintamu follow akun, retweet, dan tag teman lebih mirip bounty iklan ketimbang hadiah atas pemakaian produk. Keduanya ada, keduanya membayar dengan cara berbeda, dan kami beri label jenisnya di setiap daftar.
Di balik setiap pengumuman ada snapshot, yaitu momen ketika proyek mencatat siapa yang memegang atau melakukan apa. Semua yang kamu kerjakan setelah itu tidak terlihat oleh daftar tersebut. Dua contoh yang terdokumentasi dengan baik menunjukkan betapa berbedanya desain kelayakan. Distribusi Uniswap tahun 2020 memberi 400 UNI rata ke setiap alamat yang pernah berinteraksi dengan kontrak v1 atau v2, ditambah hadiah proporsional untuk penyedia likuiditas, berdasarkan snapshot yang berakhir 1 September 2020 (pengumuman Uniswap). Distribusi Arbitrum tahun 2023 justru menilai wallet dengan sistem poin dari aktivitas berbulan-bulan, jumlah transaksi, dan ambang nilai, menggandakan bobot aktivitas sebelum upgrade Nitro, dan menghapus poin dari pola yang terlihat seperti farming massal (dokumentasi Arbitrum Foundation).
Pelajarannya: tidak ada resep universal. Hadiah rata menguntungkan siapa pun yang datang lebih awal; hadiah berbasis skor menguntungkan yang konsisten; dan hampir setiap distribusi besar sekarang memakai filter Sybil, yaitu praktik mencoret banyak wallet yang tampaknya dimiliki satu orang. Ini penting untuk budaya "multi-akun" yang cukup umum di komunitas garapan. Menjalankan puluhan wallet dengan pola transaksi kembar justru pola yang paling mudah dideteksi. Kalau ada yang bilang pola transaksi tertentu "pasti lolos", anggap itu kalimat jualan, apalagi kalau diikuti tawaran kelas berbayar atau bot.
| Desain | Uniswap | Arbitrum |
|---|---|---|
| Aturan inti | Setiap alamat yang pernah memanggil kontrak v1 atau v2 | Skor poin dari bridge, transaksi, dan nilai |
| Bentuk hadiah | 400 UNI rata per alamat, plus proporsional untuk penyedia likuiditas | Bertingkat sesuai poin, dengan batas bawah dan batas atas |
| Anti-farming | Tidak dijelaskan di pengumuman | Poin dicoret untuk aktivitas singkat dan wallet kecil yang hanya memakai satu kontrak |
| Sumber | Blog Uniswap | Dokumentasi Arbitrum Foundation |
Banyak konten airdrop di internet, termasuk di kanal berbahasa Indonesia, adalah tebakan yang dikemas sebagai fakta: tanggal snapshot karangan, jumlah hadiah yang dibesar-besarkan, label "confirmed" pada rumor. Kami melakukan kebalikannya. Setiap daftar membawa tautan ke halaman resmi proyek dan tanggal terakhir kami membacanya. Kalau sebuah fakta belum dipublikasikan, kartunya bilang begitu, karena ruang kosong lebih berguna daripada angka keliru yang membuatmu mengejar deadline yang tidak pernah ada. Kalau status berubah, kami ubah daftar dan tanggalnya; kalau tidak bisa diverifikasi, kami tandai sebagai belum terverifikasi alih-alih membiarkan klaim lama tetap tampil.
Contoh nyata dari data kami: Base sejauh ini hanya menyatakan sedang menjajaki token jaringan tanpa rencana pasti, sehingga setiap "checker airdrop Base" yang beredar tidak resmi. Jupiter sudah menyiapkan airdrop, lalu voting DAO menundanya tanpa batas waktu. Dua kasus ini menunjukkan kenapa status di kartu lebih penting daripada keramaian di grup.
Pola-pola di bawah ini muncul berulang di komunitas berbahasa Indonesia. Tidak ada yang canggih; semuanya bekerja karena memanfaatkan rasa takut ketinggalan.
Wallet non-kustodial adalah aplikasi yang menyimpan kunci milikmu sendiri, sehingga hanya kamu yang bisa memindahkan dananya. Di sinilah kamu menggarap dan mengklaim, karena airdrop terikat ke alamat wallet. Layanan kustodial, misalnya exchange terpusat, memegang kunci atas namamu dan menampilkan saldo. Itu praktis untuk menukar token atau mencairkannya ke rupiah, tetapi membawa konsekuensi mempercayai sebuah perusahaan: keamanannya, aturannya, dan ketersediaannya di negaramu. Perbedaannya kami jelaskan lengkap di wallet kustodial vs non-kustodial.
Konsekuensi praktisnya adalah satu kebiasaan sederhana. Garap airdrop di wallet sekali pakai, simpan tabungan di wallet yang tidak pernah menandatangani transaksi asing, dan perlakukan akun exchange sebagai tempat menjual, bukan tempat menyimpan semuanya. Panduan burner wallet menjelaskan cara membuatnya, mengisinya, dan membersihkannya setelah selesai. Kalau kamu sering ditanya "cara klaim airdrop di Trust Wallet" atau wallet lain, prinsipnya sama: buka halaman klaim dari sumber resmi, pastikan jaringan yang dipilih benar, siapkan sedikit token untuk gas fee, dan jangan pernah mengetik seed phrase di situs mana pun.
Pertanyaan "cara withdraw hasil airdrop crypto" biasanya muncul setelah token mendarat. Alurnya umum: token dari wallet dikirim ke exchange, dijual ke aset lain atau rupiah, lalu ditarik ke rekening bank. Langkah detail dan hal yang perlu dicek, misalnya apakah token itu didukung dan jaringan mana yang benar, ada di panduan cara jual token airdrop. Satu prinsip penting: kirim dulu jumlah kecil sebagai uji coba, karena salah jaringan atau salah memo bisa membuat token hilang.
Soal regulasi, pengawasan aset kripto di Indonesia sudah berpindah. Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengalihkan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan dasar UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK) dan PP Nomor 49 Tahun 2024 (rilis Kementerian Perdagangan). Artinya, kalau kamu ingin memastikan sebuah platform jual-beli kripto berizin, rujukannya sekarang adalah daftar resmi di situs OJK, bukan klaim di iklan atau grup.
Untuk pajak, aturan yang berlaku adalah PMK Nomor 50 Tahun 2025, yang mulai berlaku 1 Agustus 2025. Menurut penjelasan Direktorat Jenderal Pajak, penjualan aset kripto lewat penyelenggara dalam negeri dikenai PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi, sedangkan lewat penyelenggara luar negeri tarifnya 1%; dan penyerahan aset kripto kini tidak dikenai PPN (artikel pajak.go.id tentang PMK 50/2025, teks aturan di JDIH Kemenkeu). Sebagai ilustrasi hitungan saja: menjual token senilai Rp 1.000.000 lewat platform dalam negeri berarti PPh final sekitar Rp 2.100, sedangkan lewat platform luar negeri sekitar Rp 10.000. Artikel DJP tersebut tidak membahas perlakuan khusus untuk saat airdrop diterima, jadi untuk situasi pribadimu tanyakan ke konsultan pajak atau kantor pajak. Ringkasannya ada di panduan pajak airdrop crypto.
Besarnya hadiah tidak bisa ditebak. Beberapa distribusi masa lalu bernilai setara kerja berbulan-bulan; yang lain bahkan lebih kecil dari gas fee yang dibayar untuk lolos. Pemula sering meremehkan biaya ini, terutama di Ethereum mainnet, jadi kami jelaskan perkiraan biaya setiap tugas di halaman proyeknya. Anggap hasil airdrop sebagai bonus, jangan pernah sebagai penghasilan yang kamu andalkan, apalagi untuk membayar kebutuhan bulanan.
Satu kebiasaan yang membantu: catat semuanya. Tanggal, wallet yang dipakai, transaksi, biaya. Catatan ini berguna saat snapshot diumumkan, saat kamu menghitung untung rugi, dan saat urusan pajak. Pelacak airdrop kami menyimpan catatan itu di browser kamu sendiri, tanpa akun.
Sebelum kamu menghubungkan wallet ke garapan baru, jawab dulu lima pertanyaan ini dengan jujur. Kalau satu saja jawabannya "tidak tahu", tunda dulu sampai kamu tahu.
Kelima pertanyaan ini terdengar membosankan, tetapi justru di sinilah kebanyakan kerugian bisa dicegah. Pejuang airdrop yang bertahan lama biasanya bukan yang paling banyak garapannya, melainkan yang paling disiplin memilih dan paling rapi mencatat.
Kalau kamu menemukan info yang salah atau sudah usang, kirim email ke contacts@airdrop.promo dengan tautan ke sumber primernya, dan kami akan memperbaikinya. Metode verifikasi kami terbuka untuk umum (dalam bahasa Inggris).
Airdrop crypto adalah pembagian token, NFT, atau poin ke alamat wallet, biasanya tanpa kamu membayar langsung. Proyek memakainya untuk memberi hadiah ke pengguna awal, menyebarkan kepemilikan token baru, atau menarik perhatian. Airdrop yang legit hampir selalu diumumkan di situs resmi, dokumentasi, atau akun terverifikasi milik proyek itu sendiri, bukan lewat grup atau DM.
Tokennya memang biasanya gratis, tetapi menggarapnya tetap butuh waktu, gas fee, kadang dana yang dikunci di protokol, dan selalu ada risiko keamanan. Hasil penjualan token juga bisa kena pajak. Jadi tanpa modal uang mungkin saja, tapi tanpa biaya sama sekali hampir tidak pernah. Airdrop asli tidak pernah meminta seed phrase.
Cari pengumumannya di situs atau dokumentasi resmi proyek, lalu buka halaman klaim hanya dari sumber itu. Curigai link yang dibagikan di grup Telegram atau WhatsApp, admin yang menghubungi lewat DM, desakan waktu, dan token asing yang tiba-tiba muncul di wallet. Halaman yang meminta seed phrase atau biaya aktivasi hampir pasti penipuan.
Airdrop terkonfirmasi punya pernyataan resmi dari proyek bahwa pembagian token akan terjadi. Airdrop potensial belum punya pernyataan itu; statusnya hanya dugaan dari sinyal seperti program poin, pendanaan, atau testnet. Karena itu airdrop potensial bisa saja tidak pernah terjadi, dan sebaiknya digarap dengan biaya serendah mungkin.
Sebaiknya tidak. Pakai wallet terpisah atau burner wallet untuk berinteraksi dengan aplikasi baru yang belum diaudit, dan simpan aset jangka panjang di wallet lain yang tidak pernah menandatangani transaksi asing. Panduan burner wallet kami menjelaskan cara membuat, mengisi, dan membersihkannya langkah demi langkah.
Tidak untuk menggarap atau mengklaim, karena keduanya terjadi di wallet self-custody. Akun exchange baru diperlukan kalau kamu ingin menukar token ke aset lain atau mencairkannya ke rupiah. Ingat bahwa akun exchange bersifat kustodial, jadi kunci aset dipegang pihak exchange, bukan kamu.